BREAKING
Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 Juni 2015

Tafsir Singkat Surat Al Fatihah

                                        Tafsir Singkat Surat Al Fatihah                                                

Surat Al-Fatihah
Tafsir Singkat Surat Al Fatihah
Surat Al-Fatihah adalah surah yang diturunkan di Mekah (makkiyyah) dan terdiri dari 7 ayat. 

Al-Fatihah merupakan surat yang pertama-tama diturunkan dengan lengkap di antara surah-surah yang ada dalam Al-Qur'an. 
Tafsir Singkat Surat Al Fatihah
Surah ini disebut Al-Fatihah (Pembukaan), juga dinamakan Ummul Qur'an (induk Al-Quran) atau Ummul Kitab (induk Al-Kitab) karena dia merupakan induk dari semua isi Al-Quran.Surat Al-Fatihah ini melengkapi unsur-unsur pokok syari'at Islam, persesuaian surat ini dengan surat Al Baqoroh (Sapi Betina, Kisah Nabi Musa as) dan surat-surat sesudahnya ialah Surat Al Fatihah merupakan titik-titik pembahasan yang akan diperinci dalam surat Al Baqoroh dan surat-surat yang sesudahnya.

RIWAYAT, TAFSIR SURAT AL-FATIHAH

Pembagian Surat Al-Fatihah

Diriwayatkan dari Amirul Mukminin 'Ali bin Abi Tholib k.w.; Aku telah mendengar Rosululloh Muhammad saw bersabda:

 "Alloh telah membagi Surat Al Fatihah di antara-Ku dan Hamba-Ku, sebagian Surat itu untuk-Ku dan sebagian yang lain untuk hamba-Ku. Dan bagi hamba-Ku (Aku mengabulkan) segala yang dia minta:
Tafsir Singkat Surat Al Fatihah
Tafsir Singkat Surat Al Fatihah ;

>>>>BismillaaHirrohmaanirrohiim<<<<

★★("Bila Hamba membaca") "Dengan Menyebut Nama Alloh Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang". "Alloh menjawab": "Hamba-Ku memulai menyebut dengan asma-Ku dan wajib atas-Ku untuk menyempurnakan urusan-urusannya dan memberkahi keadaannya". ("Dengan Menyebut Nama Alloh... disini seumpama menyebutkan seluruh Nama2 Alloh.

lihat Keutamaan Kalimat Bismillahirrohmanirrohim
Tafsir Singkat Surat Al Fatihah Al-hamdulillaaHi robbil 'aalamiin
(" Bila Hamba membaca ") "Segala puji bagi Alloh, Tuhan semesta alam".

 "Alloh menjawab"
 "Hamba-Ku memuji-Ku dan ia sudah mengetahui bahwa nikmat-nikmat yang berada pada dirinya berasal dari-Ku dan semua petaka yang aku hindarkan daripadanya itu juga berasal dari-Ku.
Maka atas limpahan rahmat-Ku, Aku bersaksi pada kalian akan melipat gandakan padanya nikmat-nikmat dunia dan nikmat-nikmat akhirat serta menghindarkan dirinya dari petaka akhirat sebagaimana aku menghindarkan daripadanya petaka dunia".
Tafsir Singkat Surat Al Fatihah Ar-rohmaanir-rohiim
("Bila Hamba membaca"): "Maha Pengasih lagi Maha Penyayang", "Alloh menjawab": "Hamba-Ku bersaksi kepada-Ku bahwa Aku Dzat Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang dan Aku bersaksi pada kalian, Aku akan menyempurnakan nikmat-Ku menjadi miliknya, dan Aku akan menganugerahkan pemberian-Ku sebagai kesempurnaannya".
Tafsir Singkat Surat Al Fatihah Maaliki yaumid-diin
("Bila Hamba membaca"): "Yang Menguasai Hari Pembalasan", "Alloh menjawab": "Aku bersaksi pada kalian sebagaimana ia mengetahui bahwa Aku sebagai Penguasa Hari Kemudian, maka Aku memudahkan kelak di Hari Kiamat atas hisabnya dan Aku mengabulkan seluruh kebajikan-kebajikannya dan Aku memaafkan seluruh perbuatan salahnya selama ia beribadah kepada-Ku".

Tafsir Singkat Surat Al Fatihah 'aalamiinIyyaa kana' budu wa iyyaa kanasta 'iin

★★("Bila Hamba membaca"): "Hanya Engkau-lah yang kami sembah". "Alloh menjawab": "Benar Hamba-Ku, hanya kepada-Ku ia menyembah, Aku bersaksi pada kalian sungguh Aku akan memberi pahala atas ibadahnya dengan suatu pahala yang dapat menutupi seluruh amal perbuatan salahnya dalam beribadah kepada-Ku".
★★("Bila Hamba membaca"): "Dan hanya kepada Engkau-lah kami mohon pertolongan", "Alloh menjawab": "Benar Hamba-Ku, hanya kepada-Ku ia meminta pertolongan dan kepada-Ku ia berlindung. Aku bersaksi pada kalian sungguh Aku akan menolongnya di dalam urusannya dan memudahkan dalam kesulitannya dan Aku menolongnya ketika ia berada di hari yang mencekam".

Tafsir Singkat Surat Al Fatihah IHdinash-shiroothol-mustaqiimShiroothol-ladziina an 'amta 'alaihim, Ghoiril-magh-dluu bi 'alaihim wa ladl-dloo-l-liin

★★("Bila Hamba membaca"): "Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat", "Alloh menjawab": "Semua permohonan hamba-hamba-Ku (akan Ku-penuhi). Dan baginya segala yang dia minta dan Aku pasti mengabulkan seluruh cita-citanya dan Aku lindungi dia dari segala yang dia takuti".

( Dikutip dari Tafsir As-Sofi, Jilid I hal 75 )
Tafsir Singkat Surat Al Fatihah
★★Demikianlah sedikit Tafsir Singkat Surat Al Fatihah, yang sesungguhnya sangat luaslah Tafsir Surat Al Fatihah tersebut.

♥♥Keistimewaan Membaca Surat Al-Fatihah♥♥
♥"Jika perkataan keluar dari Hati, maka akan berpengaruh pada Hati, jika perkataan keluar dari lidah, maka ia tidak akan sampai ke telinga"♥

Keistimewaan Membaca Surat Al-Fatihah
1. Kebaikan orang tersbeut diterima oleh Allah SWT.
♥♥Keistimewaan Membaca Surat Al-Fatihah♥♥
2. Seluruh dosanya yang ada di dunia diampuni.
♥♥Keistimewaan Membaca Surat Al-Fatihah♥♥
3. Akan selamat lidah mereka dari api neraka yang sangat panas.
♥♥Keistimewaan Membaca Surat Al-Fatihah♥♥
4. Akan terhindar dari murka Allah SWT.
♥♥Keistimewaan Membaca Surat Al-Fatihah♥♥
5. Mampu berjumpa dengan Allah SWT.
♥♥Keistimewaan Membaca Surat Al-Fatihah♥♥
6. Terbebas dari azab ketika ia dikubur nanti.
♥♥Keistimewaan Membaca Surat Al-Fatihah♥♥
7. Mendapat derajat yang lebih tinggi dibanding mereka yang tidak membaca, nanti ketika di surga.
♥♥Keistimewaan Membaca Surat Al-Fatihah♥♥
8. Keutamaan dan khasiat membaca surat Al-Fatihah sebelum tidur mampu membuat seseorang aman dari segala hal, kecuali kematian.
♥♥Keistimewaan Membaca Surat Al-Fatihah♥♥
9. Rumah yang sering dibacakan Al-Fatihah dan Al-Ikhlas akan bebas dari kefakiran, serta akan berlimpah kebaikan.
♥♥Keistimewaan Membaca Surat Al-Fatihah♥♥
10. Membaca Al-Fatihah sudah seakan-akan menyedekah emas di jalan Allah.
♥♥Keistimewaan Membaca Surat Al-Fatihah♥♥
11. Satu ayat dari surat Al-Fatihah menutup satu pintu neraka bagi orang tersbeut.
♥♥Keistimewaan Membaca Surat Al-Fatihah♥♥
12. Membaca surat Al-Fatihah dengan ayat kursi dan dua ayat surat aL-Imran ketika shalat akan dibalas di surga.
♥♥Keistimewaan Membaca Surat Al-Fatihah♥♥
13. Manfaat membaca Al-Fatihah yang terakhir adalah kita seakan telah membaca kitab injil, zabur, taurat. Quran, suhuf Ibrahim dan suhuf Idris sebanyak 7 kali.
♥♥Keistimewaan Membaca Surat Al-Fatihah♥♥
14. Manfaat Al-Fatihah supaya rezeki lancar dan tercapai cita cita
♥♥Keistimewaan Membaca Surat Al-Fatihah♥♥
15. Manfaat Al-Fatihah bisa mengobati segala jenis penyakit.
♥♥Keistimewaan Membaca Surat Al-Fatihah♥♥
16. Manfaat Al-Fatihah bisa menghilangkan kebingungan dalam hati dan fikiran.

♥♥Keistimewaan Membaca Surat Al-Fatihah♥♥






Rasulullah SAW mengemukakan beberapa keutamaan surat Al-fatihah yaitu:
1. Mengandung 7 ayat  pujian yang setiap hari dibaca berulang-ulang (as-sab'ul Masani).
2.penjalin hubungan antara hamba dan Allah SWT, sebagai pernyataan keimanan dan permohonan makhluk kepada tuhannya.
3.Surat Al-fatihah dan kowatimul baqoroh adalah 2 cahaya Allah SWT, yang hanya diberikan kepada Rasulullah SAW.
4. Allah SWT memberikan keutamaan surat Al-fatihah kepada pembacanya.
5. Surat Al-fatihah adalah do'a penyembuh sakit.

NIKMATNYA MEMBACA AL-FATIHAH

Pada saat membaca surah Al-Fatihah waktu shalat, banyak yang membacanya tergesa-gesa tanpa spasi, tanpa jeda dan tak dinikmati ..

Padahal disaat kita selesai membaca satu ayat dari surah Al-Fatihah, Allah menjawab setiap ucapan kita,
maka dari itu kita disunahkan berhenti sejenak setiap selesai membaca satu ayat..

Dalam Sebuah Hadits Qudsi Allah Ta'ala berfirman :

"Aku membagi shalat menjadi dua bagian, untuk Aku dan untuk hamba-Ku".

Artinya ,

tiga ayat diatas : Iyyaka Na'budu Wa iyyaka nasta'in adalah hak Allah, dan tiga ayat kebawahnya adalah urusan hamba-Nya ..



Ketika Kita mengucapkan

"Alhamdulillahi ­ Rabbil 'alamin"

Allah menjawab :

"Hamba-Ku telah memuji-Ku"



Ketika kita mengucapkan

"Ar-Rahmanir-Ra ­him"

Allah menjawab :

"Hamba-Ku telah mengagungkan-Ku"



Ketika kita mengucapkan

"Maliki yaumiddin"

Allah menjawab :

"Hamba-Ku memuja-Ku"



Ketika kita mengucapkan

"Iyyaka na’ budu wa iyyaka nasta’in"

Allah menjawab :

"Inilah perjanjian antara Aku dan hamba-Ku"



Ketika kita mengucapkan

"Ihdinash shiratal mustaqiim, Shiratalladzina ­ an’amta alaihim ghairil maghdhubi alaihim waladdhoolliin"

Allah menjawab :

"Inilah perjanjian antara Aku dan hamba-Ku .. Akan Ku penuhi yang ia minta"

(H.R. Muslim dan At-Turmudzi)



Berhentilah sejenak setelah membaca setiap satu ayat...

Rasakan dan resapi betul-betul jawaban indah dari Allah, satu persatu, karena Allah sesungguhnya sedang menjawab ucapan-ucapan kita..

Lalu ucapkanlah "Aamiin" dengan penuh harapan dikabulkan, sebab malaikatpun sedang mengucapkan hal yang sama dengan kita..



Sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam :

"Barang siapa yang ucapan “Aamiin-nya” bersamaan dgn para malaikat, maka Allah akan memberikan ampunan kepada-Nya."

(H.R Bukhari, muslim, Abu Dawud)



"ALLAH MENJAWAB AL-FATIHAH KITA"

Banyak sekali orang yang cara membacanya tegesa-gesa tanpa spasi, dan seakan-akan ingin cepat menyelesaikan shalatnya. Padahal di saat kita selesai membaca satu ayat dari surah Al-Fatihah tersebut, ALLAH menjawab setiap ucapan kita.

Dalam Sebuah Hadits Qudsi Allah Subhanahu Wata'ala ber-Firman:
"Aku membagi shalat menjadi dua bagian, untuk Aku dan untuk Hamba-Ku."
■ Artinya, tiga ayat di atas Iyyaka Na'budu Wa iyyaka nasta'in adalah Hak Allah, dan tiga ayat kebawahnya adalah urusan Hamba-Nya.
■ Ketika Kita mengucapkan "AlhamdulillahiRabbil 'alamin". Allah menjawab: "Hamba-Ku telah memuji-Ku."
■ Ketika kita mengucapkan "Ar-Rahmanir-Rahim", Allah menjawab: "Hamba-Ku telah mengagungkan-Ku."
■ Ketika kita mengucapkan "Maliki yaumiddin", Allah menjawab: "Hamba-Ku memuja-Ku."
■ Ketika kita mengucapkan “Iyyaka na’ budu wa iyyaka nasta’in”, Allah menjawab: “Inilah perjanjian antara Aku dan hamba-Ku.”
■ Ketika kita mengucapkan “Ihdinash shiratal mustaqiim, Shiratalladzinaan’amta alaihim ghairil maghdhubi alaihim waladdhooliin.” Allah menjawab: “Inilah perjanjian antara Aku dan hamba-Ku. Akan Ku penuhi yang ia minta.” (HR. Muslim dan At-Tirmidzi)
■ Berhentilah sejenak setelah membaca setiap satu ayat. Rasakanlah jawaban indah dari Allah karena Allah sedang menjawab ucapan kita.
■ Selanjutnya kita ucapkan "Aamiin" dengan ucapan yang lembut, sebab Malaikat pun sedang mengucapkan hal yang sama dengan kita.
■ Barangsiapa yang ucapan “Aamiin-nya” bersamaan dengan para Malaikat, maka Allah akan memberikan Ampunan kepada-Nya.” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud)

Sahabat jika Artikel Ini bermanfaat silahkan dibagikan , sampaikan walau satu ayat

Sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam; "Siapa yang menyampaikan satu ilmu dan orang membaca mengamalkannya maka dia akan beroleh pahala walaupun sudah tiada."




 Ada 2 pilihan utk anda :
⇨ Biarkan saja tulisan ini tanpa bermanfaat utk org lain.

atau

⇨Anda sebarkan kepada semua kenalan anda.

Rasulullah SAW bersabda,
"Barangsiapa yg menyampaikan ilmu saja dan ada org yg mengamalkannya, maka
walaupun yg menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala..

Amiiin yaa Robbal alamin... 

 dikutip dari "Terjemah Majmu' Syarif Kamil"
penggagas dan pengarah; Agus Abdurahim Dahlan


 ★★★Semoga bermanfaat.★★★

Debat Kristen Vs Islam Terbaru 2015: Keaslian Injil Diragukan?

AHMED DEEDAT VS ANIS SHORROSH Bahasa Indonesia Subtitle DEBAT ISLAM VS KRISTEN INJIL FIRMAN TUHAN

Debat Agama Islam vs Kristen Terbaru dan Terseru 2015 Full

Pendeta anti islam dipermalukan pengikutnya sendir

Islam vs Kristen| Pemuda Kristen Menghina ISLAM kemudian dipermalukan oleh pernyataannya sendiri

"Samakah kitab Al'Quran dan Kitab Injil??" kebenaran Firman Tuhan oleh Mantan Pendeta Yahya Waloni

"Proses terjadinya hari kiamat" Ceramah Islami Ust Ihsan Tanjung

Minggu, 28 Juni 2015

ARTI DARI IJAB QOBUL

ARTI DARI IJAB QOBUL
 
Saya Terima Nikahnya si dia binti ayah si dia dengan Mas Kawinnya.....
 DiBayaaaar Kontaaan.

Singkat, padat dan jelas..


Tapi tahukan makna PERJANJIAN/IKRAR tersebut ?

Maka aku tanggung dosa2nya si dia dari ayah dan ibunya, dosa apa saja yg telah dia lakukan, dari tidak menutup aurat hingga ia meninggalkan sholat..

Semua yang berhubungan dengan si dia, aku tanggung dan bukan lagi orang tuanya yang menanggung, serta akan aku tanggung semua dosa calon anak2ku..

Jika aku GAGAL ?

Maka aku adalah suami yang fasik, ingkar dan aku rela masuk neraka, aku rela malaikat menyiksaku hingga hancur tubuhku.
(HR. Muslim)

Duhai para istri :

Begitu beratnya pengorbanan suamimu terhadapmu, karena saat Ijab terucap, Arsy-NYA berguncang karena beratnya perjanjian yang di buat olehnya di depan ALLAH dengan di saksikan para malaikat dan manusia..

Maka andai saja kau menghisap darah dan nanah dari hidung suamimu.

Maka itupun belum cukup untuk menebus semua pengorbanan suami terhadapmu, SubhanALLAH.
Dikutip dari : https://www.facebook.com/Pembuka.salam

Jumat, 26 Juni 2015

Nabi Muhammad, Teladan Kita Yang Sangat Pandai Menjaga Amanah



Sebagai seorang manusia, tentu kita tak pernah lepas dari berbagai amanah yang Allah berikan kepada kita. Amanah itu tak hanya pekerjaan atau mungkin sekolah yang saat ini sedang kita jalani, namun juga amanah sebagai siapa kita. Ketika kita lahir di dunia ini, Allah menitipkan amanah kepada kita sebagai seorang anak, yang wajib berbakti dan taat kepada kedua orangtua kita.

Kita wajib mematuhi segala perintah kedua orangtua kita selama perintah tersebut bertujuan untuk semakin mendekatkan kita pada Allah dan tidak menuju pada maksiat. Bahkan kalaupun orangtua kita memerintah maksiat, dalam menolaknya pun kita harus dengan cara yang baik dan halus, agar orangtua tak tersinggung dan kecewa kepada kita.
Begitupun ketika kelak kita telah berkeluarga. Allah menitipkan amanah kepada kita sebagai orang tua, juga sebagai seorang Suami atau Isteri. Amanah yang tak mudah namun bukan sebuah hal berat jika kita mampu terus mendekatkan diri kepada Allah, agar pertolonganNya selalu ada di setiap langkah kehidupan kita.
Nah, berbicara tentang amanah, tahukah kita bahwa sebenarnya amanah utama kita di dunia ini adalah sebagai seorang da’i atau pembawa kebaikan? Selain tentunya Allah menitipkan amanah sebagai seorang pemimpin, manusia diamanahkan untuk selalu berusaha mengajak orang lain menuju kebaikan dan memperjuangkan Agama Allah.
Sebagai seorang Rasul, Nabi Muhammad SAW jugalah seorang manusia. Allah menitipkan begitu banyak amanah untuk beliau emban. Namun tak sedikitpun beliau lelah dan mengeluh. Beda sekali dengan kita yang baru mendapatkan sedikit amanah saja mungkin sudah menyerah dan bahkan sampai marah kepada Allah. Nah, apa saja teladan yang bisa kita petik dari Rasulullaah Muhammad SAW yang begitu pandai menempatkan diri sesuai amanahnya itu? Ini dia:

1. Seorang Anak Yang Berbakti

Sudah tak asing lagi tentu bagi kita, kisah tentang Nabi Muhammad yang telah menjadi yatim sejak sebelum dilahirkan. Ya, Ayah beliau, Abdullah, telah meninggal bahkan sebelum sempat melihat anak lelakinya, Muhammad bin Abdullah, lahir. Begitupun kisah sedih Nabi saat harus menjadi seorang yatim piatu di kala masih berusia 6 tahun.
Ibu beliau, Siti Aminah, meninggal menyusul Abdullah. Saat Siti Aminah sakit, Nabi berpindah dari satu Ibu Susu ke Ibu Susu yang lain. Namun Nabi adalah anak yang baik dan tidak rewel, sehingga tak pernah menyusahkan Siti Aminah walaupun saat itu beliau masih kecil. Setelah dewasa, tak lupa Nabi selalu mendoakan dan memintakan ampun kedua orangtuanya kepada Allah. Bahkan Nabi selalu menasehati para sahabat dan ummatnya untuk selalu berbakti dan menghormati orangtua.

2. Seorang Suami Yang Penuh Cinta

Semua Istri Nabi Muhammad SAW tak pernah mengalami percekcokan atau perselisihan karena cemburu atau merasa diperlakukan tidak adil. Mereka semua hidup baik dan seperti sahabat karib karena keadilan Nabi dalam memberikan hak mereka sebagai seorang Istri.
Begitupun dengan Khadijah, satu-satunya wanita yang selama memperistrinya Rasulullah tak menikah dengan satu wanita pun. Khadijah begitu mencintai Rasulullah karena keshalihan dan kelembutan Rasul yang penuh cinta itu. Sehingga rumah tangga mereka bahagia, sakinah, mawaddah, dan rahmah.

3. Seorang Ayah Yang Penuh Kasih

Nabi Muhammad SAW tak pernah membedakan satu anaknya dengan satu anak yang lain. Semua beliau sayang dengan penuh cinta. Dengan begitu, semua anak beliau begitu patuh dan sangat menghormati dan berbakti pada beliau.
Seperti Fatimah yang kala masih kecil begitu sedih dan sambil menangis tersedu dia hapus darah yang berlumuran di kepala Rasulullah saat beliau pulang dari perang dalam keadaan luka. Dan setiap Nabi datang ke rumah untuk menjenguknya, Fatimah selalu sigap segera berdiri untuk menyambutnya dan Nabi akan dengan lembut mencium puterinya tersebut. Masya Allah, hubungan yang sangat romantis antara Ayah dan Anak yang penuh tauladan.

4. Seorang Kakek Yang Penyayang

Rasulullah memiliki dua cucu yang merupaka anak dari puterinya, Fatimah, dan Ali bin Thalib. Keduanya bernama Hasan dan Husein. Sejak kecil baik Hasan maupun Husein dangat dekat dengan Rasulullah. Bahkan Rasul sering memangku mereka dan tetap menggendong mereka yang tak mau lepas dari Rasul walaupun saat itu Rasul tengah menjalankan shalat.
Pernah suatu kali Nabi Muhammad shalat dan pada saat sujud, salah satu di antara Hasan dan Husein itu naik ke punggung Rasul dan bermain di sana. Dengan penuh sayang, bukannya marah karena shalatnya terganggu, Rasul langsung menggendong si cucu dan kembali meneruskan shalatnya.

5. Seorang Pemimpin Yang Adil dan Bijaksana

Sebagai seorang khalifah dan juga teladan kaum muslimin, semua yang dilakukan Rasulullah selalu menjadi contoh. Bahkan ketika pun sebagai seorang manusia yang tak luput dari khilaf, Rasulullah melakukan sedikit kesalahan, beliau langsung bertaubat dengan rasa sesal mendalam kepada Allah dan Allah langsung menegur beliau (kisah surat Abasa).
Dengan berbagai hal yang beliau lakukan, baik sebagai seorang Saudagar, seorang Suami, seorang Ayah, seorang Imam, seorang Kakek, seorang Guru, namun beliau tak pernah menjalankan amanah sebagi seorang Pemimpin dengan teledor dan asal-asalan. Islam di awal-awal kejayaannya di tangan Rasulullah, selalu hangat penuh dengan cinta, para sahabat berduyun-duyun penuh semangat menjalankan syiar Islam, para wanita hidup dengan aman, bahkan para musuh pun  segan pada beliau.
Nah, itu tadi sedikit kisah tentang sedikit dari begitu banyaknya amanah yang Rasulullah Muhammad SAW miliki selama beliau hidup di dunia. Sejatinya semua amanah itu Allah yang memberi, dan akan Allah ambil kembali dan minta pertanggungjawabannya kepada kita kelak di akhirat. Pantaslah Rasulullah menjadi kekasih Allah, karena beliau adalahs ebaik-baik teladan yang harus kita contoh.
Muḥammad (bahasa Arab: محمد), selengkapnya Muḥammad bin Abdullah bin Abdul Mutthalib bin Hasyim (lahir di Mekkah, 20 April 570 – meninggal di Madinah, 8 Juni 632 pada umur 62 tahun) adalah seorang nabi dan rasul bagi umat Muslim. Ia memulai penyebaran ajaran Islam untuk seluruh umat manusia dan mewariskan pemerintahan tunggal Islam. Meski non-Muslim umumnya menganggap Muhammad sebagai pendiri Islam, dalam pandangan Muslim, Muhammad sama-sama menegakkan ajaran tauhid untuk mengesakan Allah sebagaimana yang dibawa nabi dan rasul sebelumnya sejak dari Nabi Nuh. Umat Muslim menyebut Muhammad dengan salam penghormatan "Shalallaahu 'Alayhi Wasallam" dan mengiringi dengan shalawat Nabi setiap nama Muhammad diperdengarkan.
Lahir pada tahun 570 di Mekkah, Muhammad melewati masa kecil sebagai yatim piatu; ia dibesarkan di bawah asuhan pamannya Abu Thalib. Beranjak remaja, Muhammad bekerja sebagai pedagang. Ia kadang-kadang mengasingkan diri ke gua sebuah bukit hingga bermalam-malam untuk merenung dan berdoa; diriwayatkan dalam usia ke-40, Muhammad didatangi Malaikat Jibril dan menerima wahyu pertama dari Allah. Ia menyatakan dirinya sebagai utusan Allah, sebagaimana nabi-nabi yang telah Allah utus sebelumnya. Tiga tahun setelah wahyu pertama, Muhammad mulai berdakwah secara terbuka, menyatakan keesaan Allah dalam bentuk penyerahan diri melalui Islam sebagai agama yang benar. Muhammad menerima wahyu berangsur-angsur hingga kematiannya. Praktik atau amalan Muhammad diriwayatkan dalam hadits, dirujuk oleh umat Islam sebagai sumber hukum Islam bersama Al-Quran.
Muhammad bersama pengikut awal mendapati berbagai bentuk perlawanan dan penyiksaan dari beberapa suku Mekkah. Seiring penganiayaan yang terus berlanjut, Muhammad membenarkan beberapa pengikutnya hijrah ke Habsyah, sebelum Muhammad memulai misi hijrah ke Madinah pada tahun 622. Peristiwa hijrah menandai awal penanggalan Kalender Hijriah dalam Islam. Di Madinah, Muhammad menyatukan suku-suku di bawah Piagam Madinah. Setelah delapan tahun bertahan atas serangan suku-suku Mekkah, Muhammad mengumpulkan 10.000 Muslim untuk mengepung Mekkah. Serangan tidak mendapat perlawanan berarti dan Muhammad mengambil alih kota dengan sedikit pertumpahan darah. Ia menghancurkan berhala-hala. Pada tahun 632, beberapa bulan setelah kembali ke Madinah usai menjalani Haji Wada, Muhammad jatuh sakit dan wafat. Muhammad meninggalkan Semenanjung Arab yang telah bersatu dalam pemerintahan tunggal Islam dan sebagian besar telah menerima Islam.

(ilham)

Tuntunan Quran dalam memilih pemimpin

Tuntunan Quran dalam memilih pemimpin

Kewajiban Umat muslim baik itu laki laki dan perempuan adalah saling mengingatkan
" ... orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran." (Al-Ashr:103:3)

 Tuntunan Quran dalam memilih pemimpin
Sehubungan dengan banyaknya pertanyaam kepada kami mengenai "memilih pemimpin dalam islam" maka kami putuskan membuat halaman khusus untuk itu semoga bermanfaat
51. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
(Al-Maidah:51)



yaa ayyuhaa alladziina aamanuu laa tattakhidzuu alyahuuda waalnnashaaraa awliyaa-a ba'dhuhum awliyaau ba'dhin waman yatawallahum minkum fa-innahu minhum inna allaaha laa yahdii alqawma alzhzhaalimiina
51. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
 
SEBAB TURUNNYA AYAT: Ibnu Ishak, Ibnu Jarir, Ibnu Abu Hatim dan Imam Baihaqi mengetengahkan sebuah hadis dari Ubadah bin Shamit yang bercerita, "Tatkala aku memerangi Bani Qainuqa tiba-tiba Abdullah bin Ubay bin Salul cenderung memihak mereka dan berdiri pada pihak mereka." Setelah itu Ubadah bin Shamit menuju kepada Rasulullah saw. untuk menyatakan penyucian dirinya kepada Allah dan Rasul-Nya dari fakta yang telah dibuatnya bersama orang-orang Bani Qainuqa. Ia adalah salah satu di antara orang-orang Bani Auf bin Khazraj. Ia telah mengadakan fakta bersama mereka, sama dengan apa yang dilakukan oleh Abdullah bin Ubay bin Salul terhadap mereka (orang-orang Bani Qainuqa). Akhirnya Abdullah bin Ubay mengajak mereka untuk mengadakan perjanjian fakta dengan orang-orang kafir dan tidak memihak mereka. Selanjutnya Ibnu Ishak mengatakan, bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan peristiwa Ubadah bin Shamit dan Abdullah bin Ubay, yaitu firman Allah, "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani sebagai wali(mu)..." (Q.S. Al-Maidah 51).




fataraa alladziina fii quluubihim maradhun yusaari'uuna fiihim yaquuluuna nakhsyaa an tushiibanaa daa-iratun fa'asaa allaahu an ya/tiya bialfathi aw amrin min 'indihi fayushbihuu 'alaa maa asarruu fii anfusihim naadimiina
52. Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: "Kami takut akan mendapat bencana". Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka.



wayaquulu alladziina aamanuu ahaaulaa-i alladziina aqsamuu biallaahi jahda aymaanihim innahum lama'akum habithat a'maaluhum fa-ashbahuu khaasiriina
53. Dan orang-orang yang beriman akan mengatakan: "Inikah orang-orang yang bersumpah sungguh-sungguh dengan nama Allah, bahwasanya mereka benar-benar beserta kamu?" Rusak binasalah segala amal mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang merugi.



yaa ayyuhaa alladziina aamanuu man yartadda minkum 'an diinihi fasawfa ya/tii allaahu biqawmin yuhibbuhum wayuhibbuunahu adzillatin 'alaa almu/miniina a'izzatin 'alaa alkaafiriina yujaahiduuna fii sabiili allaahi walaa yakhaafuuna lawmata laa-imin dzaalika fadhlu allaahi yu/tiihi man yasyaau waallaahu waasi'un 'aliimun
54. Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mu'min, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.



innamaa waliyyukumu allaahu warasuuluhu waalladziina aamanuu alladziina yuqiimuuna alshshalaata wayu/tuuna alzzakaata wahum raaki'uuna
55. Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah).



waman yatawalla allaaha warasuulahu waalladziina aamanuu fa-inna hizba allaahi humu alghaalibuuna
56. Dan barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah [423] itulah yang pasti menang.

[423] Yaitu: orang-orang yang menjadikan Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman sebagai penolongnya.



yaa ayyuhaa alladziina aamanuu laa tattakhidzuu alladziina ittakhadzuu diinakum huzuwan wala'iban mina alladziina uutuu alkitaaba min qablikum waalkuffaara awliyaa-a waittaquu allaaha in kuntum mu/miniina
57. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman.



wa-idzaa naadaytum ilaa alshshalaati ittakhadzuuhaa huzuwan wala'iban dzaalika bi-annahum qawmun laa ya'qiluuna
58. Dan apabila kamu menyeru (mereka) untuk (mengerjakan) sembahyang, mereka menjadikannya buah ejekan dan permainan. Yang demikian itu adalah karena mereka benar-benar kaum yang tidak mau mempergunakan akal.



qul yaa ahla alkitaabi hal tanqimuuna minnaa illaa an aamannaa biallaahi wamaa unzila ilaynaa wamaa unzila min qablu wa-anna aktsarakum faasiquuna
59. Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, apakah kamu memandang kami salah, hanya lantaran kami beriman kepada Allah, kepada apa yang diturunkan kepada kami dan kepada apa yang diturunkan sebelumnya, sedang kebanyakan di antara kamu benar-benar orang-orang yang fasik ?


qul hal unabbi-ukum bisyarrin min dzaalika matsuubatan 'inda allaahi man la'anahu allaahu waghadhiba 'alayhi waja'ala minhumu alqiradata waalkhanaaziira wa'abada alththaaghuuti ulaa-ika syarrun makaanan wa-adhallu 'an sawaa-i alssabiili
60. Katakanlah: "Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasik) itu di sisi Allah, yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, di antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi [424] dan (orang yang) menyembah thaghut ?". Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus.

[424] Yang dimaksud disini ialah : orang-orang Yahudi yang melanggar kehormatan hari Sabtu (lihat ayat 65 surat Al Baqarah dan not 59).









“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi Kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman.”
(Al Maidah(5):57)



يَٰٓأَيُّهَا
wahai
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
ءَامَنُوا۟
beriman
لَا
jangan
تَتَّخِذُوا۟
kamu mengambil
ٱلْيَهُودَ
orang-orang Yahudi
وَٱلنَّصَٰرَىٰٓ
dan orang-orang Nasrani
أَوْلِيَآءَ
pemimpin
بَعْضُهُمْ
sebagian mereka
أَوْلِيَآءُ
pemimpin
بَعْضٍ
sebagian yang lain
وَمَن
dan barang siapa
يَتَوَلَّهُم
mengangkat mereka
مِّنكُمْ
diantara kamu
فَإِنَّهُۥ
maka sesungguhnya ia
مِنْهُمْ
dari (golongan) mereka
إِنَّ
sesungguhnya
ٱللَّهَ
Allah
لَا
tidak
يَهْدِى
memberi petunjuk
ٱلْقَوْمَ
kaum/golongan
  ٱلظَّٰلِمِينَorang-orang yang dzalim


Al-Maidah
51
51. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
Bahkan Allah membrikan tuntunan dalam Alquran cara memilih Istri:
221. Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mu'min lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mu'min) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mu'min lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.
2. Diutamakan Laki-laki
“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasihatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”
(An Nisa(4):34)
“Tidak akan beruntung suatu kaum yang mengangkat seorang wanita sebagai pemimpinnya.” (HR. Bukhari)

3. Dewasa (Baligh)
Yakni memiliki kualitas yang baik dalam membedakan sesuatu yang benar dan salah, mana yang haq dan mana yang batil, yang ditunjang oleh ketaqwaan kepada Allah SWT., pengetahuan serta pengalaman bermasyarakat yang baik pula.
“Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik.” (An Nisa(4):5)

4. Amanah dan ditunjang oleh disiplin Ilmu yang baik
Seorang pemimpin yang amanah dapat dipercaya dalam melaksanakan kepercayaan dan tanggung jawab dengan baik harus pula ditunjang oleh ilmu yang sesuai dengan bidangnya. Dengan memiliki ilmu yang baik dan berkualitas diapun akan jauh dari kendali dari golongan tertentu yang akan menjadikannya hanya sebagai pemimpin boneka demi kepentingan segolongan atau kelompok tertentu.
“Berkata Yusuf: “Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan.” (Yusuf(12):55)
Sabda Baginda Nabi saw.:
“Apabila suatu urusan dipercayakan kepada seseorang yang bukan ahlinya, maka tunggulah waktu kehancurannya.”(HR. Bukhari)

5. Adil
Adil adalah tidak berat sebelah. Semua yang dipimpinnya haruslah disayangi dan diperlakukan dengan baik sesuai yang sudah diamanahkan, baik itu dulunya yang memilihnya ataupun yang tidak memilihnya ketika proses pemilihan pemimpin.
“Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan.” (Shaad(38):26)

6. Sehat Jasmani maupun secara mental/kejiwaan
Menjadi pemimpin diperlukan fisik yang kuat serta mental yang tangguh dalam menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang sudah diamanahkan. Mental yang kuat dalam menghadapi serangan-serangan dan provokasi lawan politiknya yang harus diselesaikan secara arif dan bijaksana.
Rasulullah saw bersabda:
“Dari Abu Dzar berkata, saya bertanya kepada Rasululloh SAW, mengapa engkau tidak meminta saya memegang sebuah jabatan?; Abu Dzar berkata lagi, lalu Rasululloh SAW menepuk punggung saya dengan tangannya seraya berkata; Wahai Abu Dzar,sesungguhnya kamu seorang yang lemah. Padahal, jabatan itu sesungguhnya adalah amanat (yang berat untuk ditunaikan)” (HR. Muslim)


( Al Fatihah )


( Al Fatihah )
سُوۡرَةُ الفَاتِحَة
بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ (١)
ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَـٰلَمِينَ (٢) ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ (٣) مَـٰلِكِ يَوۡمِ ٱلدِّينِ (٤) إِيَّاكَ نَعۡبُدُ وَإِيَّاكَ نَسۡتَعِينُ (٥) ٱهۡدِنَا ٱلصِّرَٲطَ ٱلۡمُسۡتَقِيمَ (٦) صِرَٲطَ ٱلَّذِينَ أَنۡعَمۡتَ عَلَيۡهِمۡ غَيۡرِ ٱلۡمَغۡضُوبِ عَلَيۡهِمۡ وَلَا ٱلضَّآلِّينَ (٧)  
 
Surah Al-Fatiha
In the name of Allah, the Beneficent, the Merciful (1)
Praise be to Allah, Lord of the Worlds, (2) The Beneficent, the Merciful. (3) Owner of the Day of Judgment, (4) Thee (alone) we worship; Thee (alone) we ask for help. (5) Show us the straight path, (6) The path of those whom Thou hast favoured. Not (the path) of those who earn Thine anger nor of those who go astray. (7)
 

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
1. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
2. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
3. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ
4. Yang menguasai di Hari Pembalasan.
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
5. Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
6. Tunjukilah kami jalan yang lurus,
صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ
7. (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Senin, 22 Juni 2015

artis Indonesia yang memantapkan hatinya untuk berhijab

Menjadi seorang artis  memang tak selamanya harus berpakaian terbuka dan kelihatan seksi. Tapi beberapa atris belakangan ini melakukan hal yang sebaliknya yakni melakukan hijab. Artis memanglah memiliki banyak tuntutan agar profesi ini tetap exis dan selalu bisa menjadi daya tarik bagi masyarakat salah satunya dari segi berbusana. mayoritas dari artis perempuan indonesia tidak menggunakan hijab bahkan berpenampilan sexy dengan busana yang minim ''seperti baju yang tidak cukup kain" sehingga banyak anggota tubuh yang merupakan aurat untuk tidak dipamerkan kelihatan.
Ini merupakan satu tindakan yang cukup disayangkan, artis yang hidup glamour, berbusana sexy bisa merusak moral anak bangsa, pengaruhnya sangat besar sekali. artis tanah air sebenarnya mayoritas muslimah, namun penampilan gaya berbusananya sangat jauh sekali dari nilai-nilai islam. 
sangat berbeda sekali dengan artis negara tetangga kita Malaysia, artis mereka sangat sopan sekali dalam berbusana, walaupun tidak semuanya memakai hijab namun penampilannya tetap sopan dan tertutup.
Dari sekian banyak artis wanita indonesia,Contohnya saja  Mereka  memutuskan untuk memakai pakaian yang tertutup seperti busana muslimah dan hingga sampai saat ini mereka juga tetap eksis sekarang ini. Tak ada keraguan didalam hati mereka untuk berhijab karna meutup aurat merupakan kewajiban bagi manusia dan difirmankan Allah dalam Al-quran
Inneke Koesherawati

Sejak Berhijab Inneke Koesherawati Tinggalkan Jeans Ketat

Inneke Koesherawati adalah salah satu aktris senior yang selalu tampil cantik dengan gaya hijabnya. Selama berhijab, dia selalu menghindari pakaian ketat, termasuk jenis jeans ketat yang menurutnya kurang pantas dipakai kaum hawa.
"Cuma kalau saya yang penting nyaman. Aku memang nggak mau pake jeans. Buat saya untuk yang berhijab, agak nggak pantes yah," ujar Inneke Koesherawati ditemui dalam acara 'Fashion Nation' di Senayan City, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (28/3).
Secara batin, Inneke sebenarnya menyukai pakaian jenis jeans. Namun karena banyak pertimbangan, dia akhirnya memilih menghibahkan jeans yang dimilikinya pada orang-orang terdekatnya.
"Itu loh yang pertentangan batin. Jeans-jeans saya lagi saya kasih ke orang. Biar nggak di depan mata dan jadi godaan. Apalagi saya kan hobi ya pakai jeans," katanya.
Sementara soal keputusannya berjilbab, Inneke merasa menyesal lantaran dirinya baru sadar berhijab sekitar 2010. Kenapa tidak sebelum-sebelumnya.
"Sedihnya kenapa nggak dari dulu sadarnya. Orang sudah mulai ikutin baru sadar. Tapi orang nggak pake hijab juga bukan berarti nggak bener. Mungkin saya suka bilang pakai hijab jangan karena pekerjaan, suami, jabatan, uang. Niatkan karena Allah," katanya
Inneke Koesherawati Sebut Pemakai Hijab 'Perempuan Berpentul'
Artis Inneke Koesherawati memiliki julukan lucu untuk para perempuan berjilbab seperti dirinya. Dia menyebut mereka dengan istilah 'perempuan berpentul', karena saking banyaknya menggunakan jarum pentul sebagai perekat jilbab.
"Perempuan berpentul, di mana-mana ada jarum pentul biar bisa rapi," tegas Inneke Koesherawati di Situ Gintung, Ciputat, Tangerang, Kamis (10/7).
Inneke memutuskan berhijab sejak tahun 2010. Sejak awal keputusannya, dia berusaha tampil sempurna dengan memanfaatkan berbagai aksesorisnya. Selain membutuhkan banyak jarum pentul, dalaman ciput menjadi barang penting yang selalu dikenakannya.

"Selalu pakai ciput, karena rapiin rambut. Biar nggak keluar ke mana-mana. Bisa nutup kening juga kalau misalnya kening boros kayak aku. Kalau jilbab, maunya yang tipis, pernah pakai yang tebal malah nggak denger, panas juga," katanya.
Langkah berjilbab Inneke tidak terjadi secara instant. Dia melalui proses yang cukup panjang. Awalnya menyukai jilbab yang ringkas, hingga sekarang lebih memilih jenis yang lebar untuk kesempurnaan.
"Dulu aku suka yang ringkes, tinggal tarik ke belakang leher. Sekarang nyari yang bisa nutup dada. Jadi koleksi bros deh. Berjilbab bisa kok tetap cantik dan fashionable," tegasnya.





Minggu, 21 Juni 2015

The Request husband, Zaskia Adya Mecca Sahur and Iftar with family

























JAKARTA - The month of Ramadan this year, the artist's role Zaskia Adya Mecca (27) to focus attention on the family at the request of her husband, Hanung Bramantyo. At the request of her husband anyway, he did not play the soap opera series of Ramadan, which is shooting its time consuming.
"Mas Hanung ngizinin baseball again. So, I'm going to dawn together, go together with the family. Seneng really," said Zaskia in an interview at Menara Imperium, Kuningan, South Jakarta, Monday (06/15/2015).
Meanwhile, for business to make a living, he fully entrusted to Hanung.
"If nyari money already, you've got the house, the rest let Mas Hanung wrote," said businessman clothing for women this hijab.
Moreover, Zaskia now been blessed with two children, namely Kana Sybilla Bramantyo and Kala Madali Bramantyo. Both would require the attention of the mother.
"Now you've got kids, huh prioritasin children," said Zaskia.
"Because Syabil asked, tarawih then what? It should be at the age he is already five years old, should already know tarawih. So, this year I want to teach," said Zaskia again.


Penulis: Tri Susanto Setiawan
Editor : Ati Kamil
 
Copyright © 2013 Contoh Muslim
Design by FBTemplates | Distributed by Kaizentemplate.